Sejarah pesawat VIP di Jerman

Akhir 80-an/awal tahun 90-an ketika Perang Dingin berakhir, Tembok Berlin pun diruntuhkan. Republik Demokrasi Jerman (Jerman Timur) dan Republik Federal Jerman pun bersatu, salah satu sisi yang tidak luput dari re-koordinasi kedua Jerman itu adalah penggabungan Angkatan Udara dan seluruh armadanya. 

Diantaranya, adalah beberapa buah Airbus A310-300 ex Interflug (maskapai penerbangan Jerman Timur) yang dihibahkan ke Luftwaffe. Dua Airbus itu kemudian dioperasikan oleh Luftwaffe sebagai pesawat VIP untuk mengangkut pejabat negara, umumnya Presiden dan Kanselir Jerman. Sebelumnya, pada era 1950-an penerbangan VVIP terhadap pejabat negara Rep. Federal Jerman dilakukan dengan menggunakan salah satu L-1049G Super Constellation milik Lufthansa (D-ALIN). 


Kedua A310-304 VIP tersebut diberi rego 1021 dan 1022 (a.k.a. 10+21 dan 10+22). A310-304 (1021) diberi nama "Konrad Adenauer" - Kanselir pertama Jerman, dan umumnya digunakan untuk membawa Presiden Rep. Federal Jerman dalam melakukan perjalanan dinasnya, sedangkan 1022 digunakan oleh Sang Kanselir. 



1021 ini dihibahkan Interflug pada tahun 1989 ketika masih menyandang registrasi DDR-ABA, kemudian Luftwaffe mere-registrasikannya dibawah D-OAA yang akhirnya pada tahun 1991 menjadi 1021 (10+21).



Pada tahun 2003, Presiden Rep. Federal Jerman kala itu, Johannes Rau, melontarkan ide bahwa tulisan besar "LUFTWAFFE" di badan pesawat harus dihilangkan dari semua Airbus yang digunakan untuk penerbangan kenegaraan. Herr Rau berpendapat, kata "LUFTWAFFE" mempunyai konotasi yang "menyeramkan" dan tidak begitu baik terutama untuk sebagian besar orang di ex Front-Eropa pada PD II, karena kiprah yang dilakukan Luftwaffe selama perang tersebut. 




Ide ini muncul ketika Rau sedang melawat ke Itali dan "diingatkan" oleh PM Berlusconi bahwa tulisan Luftwaffe itu mungkin akan menjadi bumerang untuk reputasi politik Jerman di era sekarang.



Konon, kabarnya Herr Rau pun "terinspirasi" oleh Air Force One kepunyaan AS yang menuliskan "United States of America" di badan pesawat bukannya "US Air Force". 

Kanselir Gerard Schroeder pun setuju dengan ide Sang Presiden, dan akhirnya tulisan "LUFTWAFFE" akan diganti dengan "Bundesrepublik Deutschland" seperti yang terlihat sampai hari ini, sementara tulisan "Luftwaffe" akan dipindahkan ke bagian lain dari pesawat, yang akhirnya hanya mendapat secuil porsi di ekor pesawat.

Luftwaffe sendiri tidak terlalu setuju dengan ide ini, dan juru bicaranya kala itu, Kol. Gunther Katz mengatakan ide ketakutan akan masa lampau adalah hal yang mengada-ada dan hanyalah trik para politikus. Wallahualam..... 

Proses desain ulang dan pengecatan ulang kedua pesawat itu dicatat menghabiskan dana sekitar EUR 5 juta. 

Penulis : Rizqy Abdullah ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Sejarah pesawat VIP di Jerman ini dipublish oleh Rizqy Abdullah pada hari Selasa, 03 Mei 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Sejarah pesawat VIP di Jerman
 

0 komentar:

Posting Komentar